Showing posts with label Sejarah Islam. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Islam. Show all posts

Thursday, March 28, 2013

Petikan surat Syeikh Abdul Qadir

(Petikan surat Syeikh Abdul Qadir al-Jilani)
Sahabat-sahabatku yang dikasihi. Hati kamu adalah seumpama cermin yang berkilat. Kamu mesti membersihkannya daripada debu dan kekotoran yang menutupinya. Cermin hati kamu itu telah ditakdirkan untuk memancarkan cahaya rahsia-rahsia Ilahi.
Bila cahaya dari “ Allah adalah cahaya bagi semua langit dan bumi… ” mula menyinari ruang hati kamu, lampu hati kamu akan menyala. Lampu hati itu “berada di dalam kaca, kaca itu sifatnya seumpama bintang berkilau-kilauan terang benderang…” Kemudian kepada hati itu anak panah penemuan-penemuan suci akan hinggap. Anak panah kilat akan mengeluarkan daripada awan petir maksud “bukan dari timur atau barat, dinyalakan dari pohon zaitun yang diberkati…” dan memancarkan cahaya ke atas pokok penemuan, sangat tulen, sangat lutsinar sehingga ia “memancarkan cahaya walaupun tidak disentuh oleh api”. Kemudian lampu makrifat (hikmah kebijaksanaan) akan menyala sendiri. Mana mungkin ia tidak menyala sedangkan cahaya rahsia Allah menyinarinya?
Sekiranya cahaya rahasia Ilahi bersinar ke atasnya, langit malam kepada rahsia-rahsia akan menjadi terang oleh ribuan bintang-bintang “…dan berpandukan bintang-bintang (kamu) temui jalan (kamu)…” . Bukanlah bintang yang memandu kita tetapi cahaya Ilahi. Lantaran Allah “…menghiaskan langit rendah dengan keindahan bintang-bintang”. Sekiranya lampu rahsia-rahsia Ilahi dinyalakan di dalam diri batin kamu yang lain akan datang secara sekaligus atau beransur-ansur. Sebahagiannya kamu telah ketahui sebahagian yang lain akan kami beritahu di sini. Baca, dengar, cuba fahamkan. Langit ketidaksedaran (kelalaian) yang gelap akan dinyalakan oleh kehadiran Ilahi dan kedamaian serta keindahan bulan purnama yang akan naik dari ufuk langit memancarkan “cahaya di atas cahaya” berterusan meninggi di langit, melepasi peringkat yang ditentukan sebagaimana yang Allah telah tentukan bagi kerajaan-Nya, sehingga ia bersinar penuh kemuliaan di tengah-tengah langit, menghambat kegelapan kelalaian. “(Aku bersumpah) demi malam apabila ia senyap sepi…dengan cuaca pagi yang cemerlang…” malam ketidaksedaran kamu akan melihat terangnya hari siang. Kemudian kamu akan menghirup air wangi kenangan dan “bertaubat di awal pagi” terhadap ketidaksedaran (kelalaian) dan menyesali umur kamu yang dihabiskan di dalam lena. Kamu akan mendengar nyanyian burung bulbul di pagi hari dan kamu akan mendengarnya berkata:
Mereka tidur sedikit sahaja di malam hari dan pada awal pagi mereka memohon keampunan Allah Allah bimbangkan kepada cahaya-Nya sesiapa yang Dia kehendaki.

Thursday, March 14, 2013

Kitab Injil penuh dengan kisah mu’jizat yang dilakukan oleh Yesus Kristus, dan di  dalam Injil tersebut, tidak di lainnya, disangka terletak dalil Keilahiannya. Bahkan  sebenarnya inti ajaran agama Kristen itu adalah mu’jizat; jika Yesus tidak bangkit dari  antara yang mati, maka kepercayaan dan ajaran Kristen niscaya akan sia-sia belaka. Kewajiban agama, ajaran yang normal dan kebangkitan rohani tidak terdapat kecuali mu’jizat dan mu’jizat saja yang terdapat pada Injil tersebut. Orang mati dibangkitkan dari kubur, banyak orang sakit disembuhkan, air dirobah jadi anggur, roh jahat dilenyapkan, dan banyak sekali perbuatan yang aneh-aneh dilakukan. Demi berdalih, maka catatan di berbagai Injil tersebut secara harfiah dikira benar; tapi apa pengaruh dari semua itu terhadap kehidupan orang-orang yang pernah menyaksikan segala mu’jizat aneh tersebut? Mu’jizat dalam kehidupan seorang Nabi harus bisa meyakinkan orang terhadap hakikat risalahnya dan harus meyakinkan pula pikiran orang biasa bahwa dengan memiliki kekuatan yang luar biasa itu dia harus diikuti risalah rohani. Dia harus membawa perubahan akhlak dan rohani yang menjadi tujuan utamanya, dan mu’jizat itu hanya diperlukan demi menunjang tujuan tersebut. Yang pertama-tama harus diperhatikan adalah mu’jizat itu harus memiliki makna tujuan akhir, sedangkan mu’jizat seperti itu cuma berakhir pada dirinya sendiri saja. Jadi  mu’jizat itu harus dibuktikan dengan pengaruh yang dihasilkannya.

Pertanyaan paling penting bagi kita karenanya: dengan mengira Yesus melakukan segala mu’jizat atau keajaiban-keajaiban yang menakjubkan seperti tercantum di dalam Injil, apa hasilnya? Seberapa besar keberhasilan yang ia capai dalam mentransformasi manusia? Salah satu Injil mengatakan kepada kita bahwa Yesus telah diikuti oleh sejumlah besar orang sakit yang semuanya disembuhkan, lainnya lagi mengatakan banyak sekali yang disembuhkan. Sekarang, jika yang dinyatakan itu benar, maka tak seorang pun di negeri itu akan tersisa untuk beriman kepada Yesus. Sungguh tak masuk akal bahwa mereka yang menyaksikan perbuatan luar biasa yang dilakukan Yesus Kristus itu malah dia sendiri ditolak dan dituduh sebagai seorang pendusta. Mereka melihat bahwa orang-orang yang sakit disembuhkan dan yang mati dihidupkan kembali tapi mengapa mereka masih saja tidak beriman kepadanya bila tak ada satu keajaiban pun yang ditempa? Dan betapa anehnya meskipun sejumlah besar manusia disembuhkan, tapi mengapa tak seorang pun percaya kepada Yesus, meskipun Injil memberitahukan kepada kita bahwa kepercayaan itu adalah kondisi paling prima untuk kesembuhan; karena jika sejumlah besar manusia itu percaya kepada Yesus, niscaya dia akan diikuti oleh lebih banyak lagi ketika saat penyalibannya dari sekedar kenyataan yang telah terjadi, maka saat itu pun niscaya cukup besar untuk  merobohkan kekuasaan pada waktu itu.

Tuesday, March 12, 2013

Contoh Surat Permohonan Dana,


 Contoh Surat Permohonan Dana,




 KOPS



Cara Membuat Proposal Pengajuan Sarana Lingkunga (MCK)



PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK
DESA PONDOKPANJANG KECAMATAN CIHARA
Jl. Raya Bayah km. 10 Sukahujan pasar. Kode Pos  42392

                                              

                                           BAB I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG
Kearifan nilai-nilai sosial budaya lokal dalam aspek kegotongroyongan dan keswadayaan patut didayagunakan, dilestarikan, dan dikembangkan, agar menjadi potensi efektif dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat desa. Nilai-nilai budaya daerah, khususnya budaya Sunda, sudah lama dan berlaku dalam tata kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut dapat difungsikan untuk mengatasi berbagai masalah kemiskinan dan permasalahan sosial lainnya. Keguyuban, gotong royong, dan kebersamaan dalam melaksanakan berbagai kegiatan kemasyarakatan dan pembangunan di lingkungan tempat tinggal dengan prinsip sabilulungan patut digalakkan guna menyelesaikan berbagai masalah sosial masyarakat.

Prinsip ini akan terasa dan terlihat indah apabila dalam setiap kegiatan seperti dalam membangun sarana dan prasarana sosial misalnya pembangunan masjid, jembatan, MCK dan perbaikan saluran air yang dibutuhkan oleh masyarakat, dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat. Betapa indahnya, apabila spontanitas masyarakat dalam menolong anggota masyarakat lainnya yang terkena musibah atau dalam membantu membangun rumah tidak layak huni, adanya lumbung desa, dana modal bergulir dan kegiatan sosial lainnya merupakan perwujudan bersama dalam ISTILAH SUNDA “nulung kanu butuh, nalang kanu susah”.

B.   DASAR PEMIKIRAN
Bahwa sarana kegiatan MCK dan Air Bersih ini, telah dibahas dan di agendakan didalam MUSRENBANGDES dan MUSRENBANGCAM serta tercantum dalam RPJMDes tahun 2011, akan tetapi karena keterbasan dan yang ditrima oleh pemerintahan desa maka rencana kegiatan ini belum terealisasi sebab banyak kegiatan yang telah diprioritaskan. Rencana kegiatan ini juga merupakan kebutuhan yang sangat mendesak dan dibutuhkan oleh Kp, Ciganggaeng dan Kalapa Rea akan tetapi peluang untuk memasukan dalam anggaran keuangan desa sangat minim.
C.   MAKSUD
Adapun maksud dari Pembuatan MCK  ini adalah untuk :
1.   Menjaga Kebersihan Lingkungan dari Tradisi Buang Air Sembarangan
2.   Meningkatkan kesehatan masyarakat dengan terpenuhinya kebutuhan akan air bersih
3.   peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan tata kelola lingkungan yang baik
D.  Tujuan
Tujuan pembangunan dari pemerintahan Desa Pondokpanjang yang merupakan implementasi dari Misi dan Visi Pemerintahan Desa Pondokpanjang dan  kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1.Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat di dalam area perdesaan yang modern, sehingga dapat dicukupi kebutuhan dasar dengan prioritas meningkatkan kecerdasan dan derajat kesehatan masyarakat yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2.Meningkatkan pemerataan pembangunan dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam proses penentuan kebijakan;
3.Meningkatkan pengelolaan lingkungan yang lestari dan mengoptimalkan pemanfaatan potensi desa yang berwawasan lingkungan.
E.   Sasaran
Dengan memperhatikan tujuan tersebut di atas, maka sasaran kegiatan ini sebagai berikut:
1.   Meningkatnya persatuan dan kesatuan masyarakat.
2.   Meningkatnya peran aktif masyarakat dalam pembangunan.
3.   Meningkatnya kemitraan antara masyarakat dan pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan.
4.   Meningkatnya rasa memiliki dan rasa tanggung jawab masyarakat terhadap hasil-hasil pembangunan.

BAB II
GAMBARAN UMUM WILAYAH


A.   Profil Desa
Nama desa                 : Pondok Panjang
Alamat kantor     : Jalan Raya Bayah Km 11 Sukahujan
Kecamatan         : Cihara
Kabupaten          : Lebak
Provinsi              : Banten
Kode Pos            : 42392

  1. Batas Desa Pondokpanjang
Desa pondok panjang berada di daerah selatan kabupaten lebak yang secara administrative termasuk kecamatan cihara dengan batas administrates sebagai berikut:
    1. Sebelah utara berbatasan dengan desa citepuseun
    2. Sebelah selatan berbatasan dengan samudera hindia
    3. Sebelah timur berbatasan dengan desa ciparahu
    4. Sebelah barat berbatasan dengan desa pagelaran ( kecamatan Malingping

  1. Kondisi Geografis dan Kependudukan

Luas wilayah Desa Pondokpanjang adalah +  1812 Ha, sehingga dengan luas wilayah tersebut dapat membantu perekonomian masyarakat dari sector pertanian, terutama  padi ( sawah). Kondisi demografis berupa pantai, daratan hutan ladang, pegunungan, areal pesawahan serta areal hutan pemerintah.

  1. Mata Pencaharian
        Mata pencaharian penduduk desa pondok panjang mayoritas petani, nelayan, buruh harian lepas, pedagang, dan wiraswasta serta 5 % adalah pegawai negeri sipil dan tenaga honorer merupakan komponen penting pendukung usaha – usaha pertanian, dengan kompleksitas masyarakat inilah warga desa pondokpanjang menjadi prasyarat menuju swasembada pangan secara local dan nasional. 

BAB II
TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN


  1. Tempat Pelaksanaan
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Desa Pondokpanjang Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak Provinsi Banten dengan rincian sebagai berikut :
1.   Kampung Erang            
2.   Kampung Burungcayut
3.   Kampung Walangsari             

  1. Waktu Pelaksanaan
Waktu Pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan dapat dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2011

C.   Perencanaan kegiatan
Pembangunan yang direncanakan adalah dimulai dengan pembangunan sumur yang memanfaatkan sumur terbuka / mata air tidak terlindung dan dariair sumur tersebut dapat dikumpulkan pada Bak Pengumpul serta membuat kran – kran air dan dilengkapi dengan WC umum, tempat cuci dan mandi.



BAB IV
PENUTUP
  1. Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan tersebut diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.   Pembangunan Desa pada hakikatnya adalah Pembangunan bangsa secara umum, karena desa merupakan subjek yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
2.   Pembangunan Sumber Daya Manusia dapat diawali dengan pembangunan lingkungannya terlebih dahulu.
3.   MCK  merupakan sarana kebersihan bagi pemenuhan kebutuhan akan air bersih.
4.   Waktu dan Pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan dapat dilaksanakan pada tahun 2011-2012

Demikian Proposal ini kami buat untuk ditindaklanjuti dan diindahkan. Mengingat pentingya pembangunan desa kami yang merupakan Implementasi dari Visi dan Misi Desa Pondokpanjang yang didalamnya termasuk Pembangunan Manusia dan Lingkungan. Atas perhatian dan kerjasamanya terhadap Pembangunan Desa kami, diucapkan rasa terima kasih kami yang sebesar – besarnya.

 Pondokpanjang, 16 Desember 2011

Kepala Desa
Desa Pondokpanjang




Ace Sugiri, S. Hut




Daftar Surat dan Jumlah Ayat Dalam Mushaf Utsmani


DAFTAR SURAT DAN  JUMLAH AYAT AL-QUR'AN,
MUSHAF UTSMANI
 
NAMA SURAT
No.
su
-
rat
Ayat
NAMA SURAT
No.
su
-
rat
Ayat
Al Fatihah (Pembukaan)
1
7
AI-Mujadilah (Wanita yg Mengajukan Gugatan).
58
22
Al-Baqarah (Sapi Betina).
2
286
AI-Hasyr (Pengusiran).
59
29
Al-Imran (Keluarga Imran).
3
200
AI-Mumtahanah (Perempuan yg Diuji).
60
13
An-Nisa' (Wanita).
4
176
Ash-Shaff (Barisan).
6l
14
Al Maidah (Hidangan).
5
120
Al Juma'ah (Hari Jum'at}
62
11
Al-An'am (Binatarg Temak).
6
165
AI-Munafiqun (Orang-orang Munafik).
63
11
AI-A’raf (Tempat Tertinggi).
7
206
At-Taghuibun (Hari Ditampakkan Kesalanan-2).
64
18
Al-Anfal (Rampasan Perang).
8
75
Al-Thalaq (Talak).
65
12
At Taubah (Pangampunan).
9
129
AI-Tahrim (Mengharamkan).
66
12
Yunus (Yunus)
10
109
AI-Mulk (Kerajaan).
67
30
Hud (Hud)
11
123
AI-Qalam (Pena).
68
52
Yusuf (Yusuf)
12
111
Al Haqqah (Hari Kiamat)
69
52
Ar-Ra'd (guruh)
13
43
AI-Ma'arij (Tampat-tampat Naik).
70
44
Ibhrahim
74
52
Nuh (Nuh).
71
28
Al-Hijr
15
99
Al-Jin (Jin).
72
28
An-Nahl (Lebah).
16
128
AI-Muzzanmmil (Orang yang Berselimut).
73
20
Al-Isra' (Memperjalankan di Malam Hari)
17
111
Al-Muddatstsir (Orang yang Berkemul).
74
56
AI-Kahfi (Gua).
18
110
AI-Qiyamah (Hari Kiamat).
75
40
Maryam
19
98
AI-Insan (Manusia).
76
31
Thaha
20
135
AI-Mursalat (Malaikat yang Diutus).
77
50
Al-Anbiya' (Nabi-nabi)
21
112
An-Naba' (Berita Besar).
78
40
AI-Hajj (Haji).
22
78
An-Nazi'at (Malaikat-malaikat yang Mencabut).
79
46
AI-Mu'minun (Orang-orang yg Beriman)
23
118
'Abasa (la Bermuka Masam).
80
42
An-Nur (Cahaya).
24
64
At-Takwir (Menggulung).
81
29
Al-Furqan (Pembeda).
25
77
AI-lnfithar (Terbelah).
82
19
Asy-Syu'ara' (Para Penyair).
26
227
AI-Muthaffifin (Orang-orang yang Curang).
83
36
An-Naml (Semut).
27
93
Al-Insyiqaq (Terbelah).
84
25
AI-Qashash (Cerita-cerita).
28
88
AI-Buruj (Gugusan Bintang).
85
22
AI-'Ankabut (Laba-laba).
29
69
Ath-Thariq (Yang Datang di Malam Hari).
86
17
Ar-Rum (Bangsa Romawi)
30
60
AI-A'Ia (Yang Paling Tinggi)
87
19
Luqman
31
34
A!-Ghasyiyah (Hari Pembalasan)
88
26
As-Sajdah (Sujud).
32
30
AI-Fajr (Fajar)
89
30
Al-Ahzab (Golongan yang Bersekutu).
33
73
AI-Balad (Negeri)
90
20
Saba' (Kaum Saba).
34
54
Asy-Syams (Matahari)
91
15
Fathir (Pencipta).
35
45
Al-Lail (Malam)
92
21
Ya Sin
36
83
Adh-Dhuha (Waktu Matahari Sepenggalah Naik).
93
11
Ash-Shaffat (Yang Bersaf-saf).
37
182
Alam Nasyrah (Melapangkan)
94
8
Shad
38
88
At-Tin (Buah Tin)
95
8
Az-Zumar (Rombongan­rombongan).
39
75
Al-'Alaq (Segumpal Darah)
96
19
AI-Mu'min (Orang yang Beriman).
40
85
Al-Qadr (Kemuliaan)
97
5
Fushshilat (Yang Dijelaskan).
41
54
Al-Bayyinah (Bukti)
98
8
Asy-Syura (Musyawarah).
42
53
Az-Zalzalah (Kegoncangan)
99
8
Az Zukhruf (Perhiasan).
43
89
Al- 'Adiyat (Kuda Perang yang Berlari Kencang)
100
11
Ad-Dukhan (Kabut).
44
59
AI-Qari'ah (Hari Kiamat)
101
11
A!-Jatsiyah (Yang Berlutut).
45
37
At-Takatsur (Bermegah - megahan)
102
8
Al Ahqaaf (Bukit-bukit pasir)
46
35
Al 'Ashr (Masa)
103
3
Muhammad
47
38
Al Humazah (Pengumpat)
104
9
AI-Fath (Kemenangan).
48
29
Al-Fil (Gajah)
105
5
AI-Hujurat (Kamar-kamar).
49
18
Quraisy (Suku Quraisy)
106
4
Qaf (Qaf).
50
45
AI-Ma'un (Barang-barang yang Berguna)
107
7
Adz-Dzariyat (Angin yg Menerbangkan)
51
60
AI-Kautsar (Nikmat yang Banyak)
108
3
Ath-Thur (Bukit).
52
49
AI-Kafirun (Orang-orang Kafir)
109
6
An-Najm (Bintang).
53
62
An-Nashr (Pertolongan)
110
3
AI-Qamar (Bulan).
54
55
Al-Lahab (Gejolak Api)
111
5
Ar-Rahmin (Yang Maha Pemurah)
55
78
AI-Ikhlas (Memurnikan Keesaan Allah)
112
4
AI-Waqi'ah (Hari Kiamat)
56
96
AI-Falaq (Waktu Subuh)
113
5
AI-Hadid (Besi).
57
29
An-Nas (Manusia)
114
6
Jumlah
1.653
5.104
 
4.902
1.132

Total jumlah ayat: 5.104 + 1.132 = 6. 236
Total jumlah nomor surat: 1.653 + 4.902 = 6.555
 
Surat 1- 57
Surat 58 - 114

Terlihat dari Tabel 1.1 bahwa jumlah ayat al-Qur'an adalah 6.236. Total jumlah nomor surat dari 1 sampai dengan 114:1 + 2 + 3 + .... + 114 = 6.555. Dengan demikian jumlah 6.236 ayat dan angka 6.555 jumlah nomor surat menjadi dasar enkripsi al­Qur'an selanjutnya